Masuki ruang berpintu sempit
Baringkan tubuh tatap langit-langit
Lepaskan lelah seharian penuh
Membuang kesal dan peluh
Melihat cicak berbidik kupu-kupu
Yang sedang terbang mengintari lampu
Terdengar dengungan disekelilingku
Yang diam-diam menghisap darahku
Membuka pintu menatap air
Yang tiada habisnya membanjir
Dorongan angin perlahan-;ahan
Mengiringi ombak hempas batuan
Deburan itu membuatku merinding
Dan memaksaku kembali berbaring
Duduk di kursi usang sndarkan bahu
Meraih gitar yang berdebu
Nada merambat pelan dari petikan senar
Buatku lelah pandanganpun nanar
Kurebahkan badan kupejamkan mata
Hanya terdengar detikan jam didinding
Aku tak tahu lagi yang terjadi
Karena terbuai dialam mimpi
Hingga disadarkan segarnya pagi
Artikel ini telah dilihat sebanyak 55 kali.